PERKAWINAN AGAMA HINDU KAHARINGAN

September 18, 2009 at 2:25 pm (Artikel, Karya Ilmiah)

PERKAWINAN MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN

Oleh

Pranata

A. HAKUMBANG AUH

Hakumbang Auh adalah proses awal dari suatu hubungan bagi proses suatu perkawinan yaitu dari pihak laki-laki memberikan uang (tanda bahwa dari pihak laki-laki menginginkan seorang perempuan) kepada pihak perempuan, yang mana uang tersebut nantinya digunakan oleh pihak pihak perempuan untuk mengumpulkan seluruh keluarganya dan menceritakan maksud dari uang tersebut bahwa ada pihak laki-laki menginginkan anak perempuannya untuk dijadikan istri. Apakah uang tersebut dapat diterima atau ditolak. Setelah hasil kesepakatan keluarga pihak perempuan dapat menerima uang tersebut, maka pihak keluarga perempuan mengirim pesan kepada pihak keluarga laki-laki bahwa uang tersebut dapat diterima dan mengharapkan kehadiran keluarga pihak laki-laki untuk membicarakan kelanjutan dari maksud mereka tersebut sekaligus untuk membicarakan jalan hadat yang digunakan. Setelah kabar diterima oleh keluarga pihak laki-laki, kemudian dari pihak keluarga laki-laki kembali mengunpulkan seluruh keluarganya menceritakan bahwa uang yang diberikan mereka dapat diterima dan kita diharapkan untuk mendatangi mereka untuk merencanakan kelajutan dari rencana tersebut serta sama-sama merundingkan tentang jalan hadat. Setelah seluruh keluarga mengetahui semua , maka mereka lalu merencanakan untuk berangkat misek (Meminang).

B. MAJA MISEK (MAMANGGUL)

Maja Misek /Mamanggul adalah suatu kelanjutan dari Hakumbang Auh yaitu selain untuk meminang serta untuk sama-sama merencanakan kelanjutan dari rencana perkawinan serta sama-sama merundingkan tentang jalan hadat yang akan dilaksanakan pada saat perkawinan nantinya.

Setelah dari pihak laki-laki semua sepakat untuk berangkat Misek (meminang, maka dari pihak keluarga laki-laki menyiapkan Garantung (Gong) satu buah, Lilis Lamiang satu buah, kain pakaian selengkapnya. Setelah semua siap maka mereka berangkat menuju ketempat pihak perempuan . Setelah sampai ditempat pihak perempuan, mereka disambut  oleh pihak perempuan yang mana dirumah tersebut juga berkumpul keluarga dari pihak perempuan untuk bersama-sama merundingkan rencana perkawinan tersebut. Dihadapan seluruh keluarga baik dari pihak laki-laki dan pihak perempuan, ayah dari pihak pihak perempuan menguraikan tentang seluruh jalan hadat yang akan digunakan, serta menentukan lamanya waktu perkawinan serta kedua pihak sepakat menekan kontrak janji peminangan (hisek) . setelah semua selesai mereka semua pulang ketempatnya masing-masing  dan kedua orang tua pihak laki-laki setelah sampai dirumahnya mengikat lilis lamiang kepada anak laki-lakinya dan mambuwur behas hambaruan serta menceritakan lamanya janji perkawinan.

C. MANANGGAR JANJI

Mananggar Janji adalah penegasan waktu dan tempat pelaksanaan perkawinan. Dimana orang tua dari pihak perempuan datang kerumah pihak laki-laki guna mananggar janji serta untuk menagih Rapin Tuak. Setelah kedua belah pihak sepakat tentang tanggal pelaksanaan maka orang tua pihak laki-laki memberikan biaya kepada orang tua pihak perempuan untuk biaya Panginan jandau (Biaya makanan untuk resepsi) serta biaya untuk membelikan tempat tidur penganten sesuai dengan jumlah yang telah disepakati pada saat Maja Hisek.

D. PELAKSANAAN PERKAWINAN

Sehari sebelum hari/tanggal  perkawinan dilaksanakan, maka orang tua pihak laki-laki menyembelih satu ekor ayam untuk manyaki Rambat anaknya yang akan segera melangsungkan perkawinannya, serta sekaligus menyiapkan Rambat, Sipet, Uei ije kadereh (rotan) , rotan tersebut diukur sepanjang satu depa, satu hasa, satu kilan dan tiga jari selanjutnya dibuatkan ukiran patung pada ujungnya. Dari hari manyaki rambat tersebut dari hari tersebut maka sang laki-laki disebut dengan Penganten serta diikatkan lilies lamiang.dan dari hari itu penganten laki-laki tidak boleh keluar rumah sampai pada hari ia berangkat menuju ketempat penganten perempuan.

Pagi harinya maka orang tua pihak penganten laki-laki kembali menyembelih dua atau tiga ekor ayam serta mengundang orang banyak supaya ikut mengantar anak berangkat kawin. (Panganten Mandai) Setelah semua orang kumpul dan menyantap makanan yang telah disediakan serta penganten laki-laki sudah siap dengan pakaiannya maka penganten laki-laki istirahat sebentar, setelah sudah siap maka penganten laki-laki sebelum keluar rumah maka ia berdiri sambil memegang sebatang rotan memakai tangan sebelah kanan dan didampingi  oleh satu orang untuk memegang payung, satu orang membawakan Rambat dan memegang Sipet serta satu orang lagi membawakan tas pakaian penganten laki-laki tersebut. Didalam Rambat yang dibawa dimasukan pakaian untuk penganten laki-laki sebagai ganti pakaiannya, isin baliung, Salipi behas  dan tanteluh manuk. Setelah semua siap barulah penganten laki-laki berangkat menuju ketempat penganten perempuan.

Sampai ditempat penganten perempuan, didepan rumah penganten perempuan pihak penganten laki-laki disambut dengan Lawang Sekepeng yaitu masing-masing dari kedua belah pihak penganten sama-sama mengadakan seni pencak silat untuk membuka Lawang Sekepeng tersebut dengan diiringi tetabuhan gendang dan gong. Setelah Lawang Sekepeng terbuka maka penganten laki-laki berjalan masuk dimana sampai didepan rumah penganten laki-laki dipapas oleh pihak penganten perempuan yaitu mamapas membuang sial, dahiang, dan segala jenis pali setelah itu penganten laki-laki menginjak sebutir telur yang diletakan di atas batu asa.setelah itu baru penganten laki-laki masuk rumah yang disambut oleh calon mertuanya dan penganten laki-laki beristirahat menganti pakaiannya.

Hari itu juga orang tua penganten perempuan menyiapkan satu ekor babi kecil untuk memberikan makanan Pali, dimana langsung membuat sebuah rumah kecil, ketupat empat belas buah, tambak dan hambaruan satu buah, tekang hambaruan basir yang menawur pali, lamiang satu pucuk dan satu buah baliung untuk digigit. Manawur pali ini dimaksudkan agar penguasa pali dimana sifat – sifat buruk dari pali jangan menganggu upacara perkawinan serta jangan mengganggu kehidupan kedua mempelai dalam berumah tangga.

Pada upacara Manawur Pali, Basir          yang melaksanakan Manawur Pali berdiri menghadap Pasah Bantanan (rumah kecil) yang sudah di isi berbagai macam makanan , tambak, sipa ruku serta berdiri sambil menginjak Baliung yang sudah di gigit.

Pada malam harinya, orang tua penganten perempuan menyiapkan Sangku yang di isi beras, Hampatung Tabalien Hampatung Pelek (ukiran patung dari kayu besi), uang logam/perak disusun keliling Sangku, telur ayam kampong, lilies lamiang didirikan di atas beras , botol undus (minyak kelapa), Tampung Tawar, Parepen (tempat menyimpan bara api) untuk garu manyan.

Setelah itu Amak Pasar (tikar pasar), di paparkan di tengah-tengah rumah, serta diberikan pembatas kain panjang untuk membatasi ruangan rumah, ayam di potong satu ekor   untuk saki pelek (manyaki panganten).

Selanjuntya orang tua penganten perempuan menyiapkan satu orang tua sebagai Mantir Mamelek (orang yang bisa mamelek), ditambah dengan tukang luang (yang membantu pelaksanaan mamelek) sebanyak tiga orang.

Mereka berempat ini menjadi mantir pelek dan luang telu inyaki awi ayah penganten perempuan serta diikatkan tekang hambaruae (biasanya diikatkan uang dengan kain).

Selanjutnya orang tua dari pihak penganten laki-laki juga menyiapkan  satu buah lamiang, telur ayam kampong satu buah,  baliung , kain hitam akan tutup uwan, bahalai sinjang entang (kain panjang), benang lapik luang (kain panjang), Salipin behas , Pingan Pananan serta seluruh jalan hadat yang telah disepakati bersama, serta menyiapkan satu orang tua sebagai Mantir Manyambut, orang tua tersebut inyaki malas dan diikatkan tekang hambaruae.

Setelah itu Mantir Mamelek dan Mantir manyambut berdialog melalui perantara luang telu (luang tiga) . seteleh dialog tersebut mencapai suatu kesepakatan, maka ditambah lagi dua orang luang karundi. Setelah menambah luang Karundi tersebut , maka dinding pembatas di buka, dari pihak penganten perempuan mengeluarkan Sangku Pelek, dilanjutkan Mantir Pelek Manyaki semua peralatan Haluang Hapelek.

Isi yang disampaikan oleh Mantir Pelek dalam Manyaki peralatan Mamelek :

  1. Nyakiku purun ije indu lapik haluang hapelek tuh mangat lampang darem tuh ria-riak kilau riak hendan bulau hadare tuah rajaki akan anu ……………..(nama panganten berdua), ewen dua ije matuh kabalumae belum mangun batang panjang huma hai parataran lumbah.
  2. Nyakiku ikau tuh jarati lapik sangku mangat pambelum anu ………………(nama Panganten berdua) ewen due tege kea lapik halapik tuah rajaki untung panjang. Nyakiku ikau Sangkun Pelek bara likut sampai baun, nampara andau alem tuh ewen due tuh mambelum arep mangat sanang mangat , nyambau naharep katatau kasungah.
  3. Nyakiku behas timbuk pelek kilau behas tuh ije nangalan ije supak ije gantang ; tau narantang pulu, kalute kea ampi tuah rajaki ewen due tuh mambelum arep. Nyakiku tinai duit karambang pambelum pelek , mangat ikau tuh akan ngarambang pambelum anu ……………….  ( nama penganten berdua) ewen ndue basa duit tuh ije puna batang pambelum ulun kalunen akan panatau panuhan.
  4. Nyakiku lamiang turus pelek kilau lamiang ije dia tau hubah handing kalute kea ampin itung huang anu ………..(nama penganten berdua), ewen ndue umba kulae. Nyakiku bulau Singah Pelek manggat ikau tuh akan singah pambelum anu ………..(nama mereka berdua) ewen due basa ikau tuh aluh hatampulu nanak mapui nyuhu-nyuhu kahalap dia tau ubah dia tau rusak. Kalute kea ampin pambelum anu …………. (nama mereka berdua) ewen ndue tuh.
  5. Nyakiku Tanteluh manuk, mangat manjadi auhku ije nanggare aram SARUNGKUL SABUNGKAL hapa mungkal tuah rajakin untung anu ……………….(nama penganten berdua), ewen ndue tuh mangat menjadi ije . Nyakiku Bendang Bulau Sangkalemu hapa ikei melek mampah kare rujin palaku bili palus panatau panuhan akan anu …………… (nama penganten berdua) ewen ndue tuh. Kalute kea tabalien hampatung pelek, mangat malabien tarung sewut anu …………………(nama penganten berdua) , ewen ndue tuh kareh mambelum arep.
  6. Nyakiku minyak Bangkang Haselan Tingang Uring Katilambung Nyahu, ije belum gantung-gantung indu tihang lewu pulu, gantung kea tuah rajakin anu …………..(nama penganten berdua) ewen ndue tuh belum . Tampung tawar ije asal bara sadap saribu kambang kayun karuhei ije mangambang tuah rajaki bateras penyang karuhei tatau.

Setelah selesai acara Manyaki peralatan Mamelek , maka dilanjutkan dengan acara Haluang Hapelek yaitu di mulai dengan Mantir Pelek memulai dengan

Pelek Sinde Uju yaitu :

I. LIME SARAHAN

  1. HATALLA KATAMPARAN
  2. LANGIT KATAMBUAN
  3. PETAK TAPAJAKAN
  4. NYALUNG KAPANDUYAN
  5. KALATA PADADUKAN

II.  DUHUNG TAJEPAN PANDUNG

III. RABAYANG KAWIT KALAKAI

IV. GUNDI LUMPANG TUSU

  1. GAHURI NUTUP SANGKU
  2. TABASAH SINJANG ENTANG
  3. EHET PETENG SABANGKANG PISAU PATUN SABANGKANG

Dilanjutkan kemudian dengan Pelek Handue Uju yaitu :

1    .   MANUK SAKIN PELEK

2    .   JARATI LAPIK SANGKU

3    .   BEHAS TIMBUK PELEK

4    .   LAMIANG TURUS PELEK

5    .   BULAU SINGAH PELEK

6    .   DUIT KARAMBANG PELEK

7    .   GARANTUNG KULUK PELEK

8    .   PINGAN PANANAN PAHANJEAN KUMAN

9    .   TIMBUK TANGGA

10. RAPIN TUAK

11. TUTUP UWAN

12. BULAU KANDUNG

13. SINJANG ENTANG/LAPIK LUANG

14. SAPUT/PAKAIAN

15. PALAKU

Barang-barang inilah yang pada acara Haluang Hapelek di serahkan oleh  pihak penganten laki-laki kepada pihak perempuan melalui para luang. Setelah itu dilanjutkan dengan Pelek Hantelu Uju Yaitu :

  1. Arut papan epat, jala ije kabanggunan, tege 2 biti pambujang hatue ije kamburi ije haluan mambesei ie
  2. Haguet bara batang mahalau lawang labehun Jata Pukung Pahewan Antang, te tege Kadandang Kajang Labehun bulau Singah Labehu
  3. Ie sampai lewun empue palus tende intu batang panjang salawi lime. Manggar tampajat malaseh tabalien , tege kamar mandui intu kamburie.
  4. Ije tege intu batang tea rut kurik hai sukup besei teken kalabie tege rahai sarat puat dagang dagangan laut batang jete akan dinding mandui
  5. Palus ie lumpat manetei hejan tabalien lampat saratus uju puluh uju kalampat. Amun danum teah te lampang saratus leteng uju puluh uju kalampat. Amun danum handalem leteng saratus lampang uju puluh uju kalampat.
  6. Sampai hunjun tiwing te ie mite parantaran lumbah hayak bujur tiring akan ngaju ngawa
  7. Intu saran parantaran te tege balai , ije sukup puate kare ramun malauk mambilis. Puket rengge haup hantai salambau pangalau pisi taut harus rawei, embang saluang buwu tali sauk sahar tampirai buwu humbang. Intu panda balai te ganggulang eka manasal, hayak sukup tasal tasalan baputan bawin tasal hayak tege due biti pambujang hatue tukang tasal intu hete
  8. Ie palus mananjung manuju huma empue, sampai palataran tabalien , ie manetei palataran tabalien te ije tambing jahawen tuntung jalatien;
  9. Bara benteng palatar te ie nampayah akan hila ngaju taragitae pukung bua jambu nagka paken dahuyan sungkup rihat, uras kanjera mamua masak sangkelang.

10.  Nampayah tinai akan hila ngawa taragitae pukung pinang enyuh derem sinde kanjera mamua laba sangkelang batue mangur.

11.  Intu hila ngawa human empue tege lepau hai ije muat uju karangking parei uju karangking pulut, uju lusuk jelei uju lusuk jahe, intu panda lepau te tege karambang manuk, karambang itik, karambang gasa, intu balikat tege sarangan burung dara . ije 40 pehuk dan 40 jagau karehu nateluh manak.

12.  Hila ngambu lepau te atun pasha lisung intu hete sukup lisung halu kiap halap amak kalaya dan tege due biti pambujang bawi urai-urai balau tukang tepe. Intu panda pasah lisung te tege karambang bawui , bawui hai sumet upun hambie , ije nyarangan naming upun pinding napis uang panda ijang bawui te tege cagat impatei awi empue hapa manyaki mamalas ie.

13.  Nasmpayah tinai akan likut huma empue , taragite kawan sapi hadangan kambing tabir marindem sinde awi kare 40 hatue 40 bawie uras karehu manak batihi

14.  Nampayah tinai human empue , huma hai jalatien ruang , jihi tabalien , laseh tabalien, dinding tabalien , marawung tambaga nyampiang salaka.

15.  Sampai bapatah batu susun uju tinjak telu , hete tege nyadia awi empue pinggan tapak penyau paie bakam batu akan senduk

16.  Ie palus lumapt manetei mandai tangga hete tinai nyadia awi empue bulau singah pakang lamiang tukang sapau manuk ije kungan tatukan sial.

17.  Ie sampai huang huma , ie mite puat hum ate sukup macam panatau, Hatuen balanga 40, hatuen halamaung 40, hatuen barahan 40, hatuen rantian 40, balanga rempah 40, bawin halamaung 40, bawin barahan 40, basir hewah 40, rumus 40, repang garantung kaliling huma, rarehan garing bara dereh, tampung lamiang bara gayung, bantilan timpung pati tabala raja tambuk tanduk galungan penyang, kalabie ramu anak ije salun.

18.  Ie sampai ruang bentuk hete ie mite sukup paramun hapa manjawet njabeta langgei simbel, bilap tantawa, jarenang bahalap handing, kalabie pilus ije sulep betung.

19.  Ie sampai huma dapur ie mite sukup kenceng ketel rinjing landai piring mangkuk senduk kaluir kawu dampuhan kayu lawas haran danum. Balanai siam 40, lalang rangkang 40, bongkong 40, gahuri 40, uras nyuang behas parei kurik bawak. Limbah te lakang asu 40, lakang pusa 40 , kanjera manak batihi. Tege tinai due biti pambujang bawi panjang balau tukang barapi manjuhu.

20.  Mules tinai jalanae maname karung garing lawang tambarirang ije nyadia awi empue eka menter batiruh, hete ie mite purun pararani sadia birang, ranjang gantung-gantung, tilam bagander purun dare lapik hunjue, jangkut sutra tabir aer busi bantal gaguling malang , baun ranjang te tege saramin hai hete tukep saramin te sindur sarak minyak mamburih undussandu taheta tanak. Limbah te tege pinggan tatar matan andau eka kuman garantung sarabun eka munduk, balanga eka basandar

21.  empue mampatei bawui hai sumet upun hambie hapa manyaki mamalas ie. Lilies manas peteng sambil gantau, sanaman akan pangkit, pakayan sinde mendeng akan pakayae, jarati akan sandurung, ragam akan kampuh, garantung akan tanggui, ringgit 4 kabawak tambatun putting sinjang, bawin halamaung  akan pasuk, ba,langa habobot turus panatau. Palus manggulak hampatung pelek hayak hamauh PELEK JETUH PELEK INDU SANGUMANG

22.  Limbah te mantie pelek mameteng lamiang huang panganten ije bawi palus nampung nawar ie hayak nyaki hapan dahan manuk sakin pelek. Kalute kea mantie manyambut mameteng lamiang huang panganten ije hatue nampung nawar nyaki malas. Luang lime mimbit kare ramun haluang hapelek akan huang karung panganten ije bawi, gain haluang hapelek selesai.

Setelah pelaksanaan Haluang Hapelek yang dilaksanakan pada malam harinya, maka pada pagi harinya keluarga yang melaksanakan persta perkawinan, memotong babi atau hewan lainnya. Bawi, ayam atau hewan yang dipotong harus dibawah atap rumah, serta diberikan /diusapkan undus ( minyak kelapa) serta inggraru manyan selengkapnya, setelah selesai barulah hewan-hewan tersebut di potong. Darah dari hewan-hewan tersebut diambil untuk mamalas penganten. Selanjutnya hati babi diperiksa betul-betul apakah dalam keadaan baik atau ada tanda yang yang tidak baik.

Makanan yang akan disajikan untuk orang banyak sudah masak, maka pihak keluarga penganten memberikan atau mempersilahkan kepada Mantir Manyambut, Mantir Mamelek dan luang lime untuk makan terlebih dahulu.

Setelah selesai mereka makan, maka mereka melaksanakan tugas untuk mamalas penganten. Sebelumnya orang tua penganten perempuan menyiapkan batang sawang , uei (rotan), Ranying Bunu, amak pasar(tikar), garantung (gong) tempat penganten duduk, makanan sahur parapah/Putir santang, darah ayam   dan babi, air dalam mangkuk , tanah dipinggir mangkuk, tambak timbuk tangga, baliung, ringgit perak satu buah, jangkut, tasal, katipm, jala, tutup ketel, panginan tingkes , sipa, air minum,parapen, garu manyan, undus (minyak kelapa), lilies manas  dan air untuk cuci tangan.

Batang sawang, uei, ranying bunu didirikan ditengah-tengah amak pasar (tikar) yang sudah dibuka dan peralatan yang lain di letakkan disekeliling batang sawang, garantung (gong) tempat penganten duduk diletakkan pada arah matahari terbit. Setelah semua peralatannya sudah lengkap, maka penganten berdua duduk diatas garantung (gong) sambil memegang batang sawang dan telunjuk penganten berdua menunjuk keatas.

Setelah penganten berdua duduk diatas garantung (gong), maka Mantir Mamelek dengan satu orang luang manyaki semua peralatan yang sudah disiapkan dari yang kecil sampai yang besar.

Isi yang disampaikan pada saat manyaki peralatan hasaki hapalas yaitu :

  1. Nyakiku purun dare, mangat hadare kea tuah rajaki akan anu ………….. (nama penganten berdua) ewen ndue ije matuh kabaluma belum mangun batang panjang huma hai parataran lumbah, hurun-hurun ruhu ruhus ampi kare jawet ramu uang duit panatau panuhan pangkat galar ewen ndue. Nyakiku batang sawang jangkang nyahu, uei rantihan tingang, ranying pandereh bunu, mangat tau mantis bulau untung panjangpanyampah garing manarantang.
  2. Nyakiku sambaing garantung ije eka panganten ewen ndue munduk tuh, mangat kilau garantung ije batengkung auh amun imantu, kalute kea tarung sewut panganten ewen ndue tuh mambelum arep. Nyakiku rangkan panginan manggat hai tawue jurung akan Putir Santang Bawi Sintung Uju, manggat Putir Santang umba nanteman aseng darah belum akan anu …………….. (nama penganten berdua).
  3. Nyakiku tasal, kilau tasal ije tau hapa manasal manampa pisau langgei , narai bewei uras tau manjadi, kalute kea ampi anu ……………… (Nama penganten berdua), ewen ndue tuh tau mambelum arep uras tau murah ie dinun tuah rajaki. Nyakiku katip kilau katip ije tau hapa mangatip barah apui ije balasut mahi ulih dinun.
  4. Nyakiku jangkut kilau jangkut ije tau hapa nalawang nyamuk ranggit, manggat sial kawe pali endus. Nyakiku  tutup kilau tutup ije nalawang rutik puhuk kalurte kea ampin sial kawe pali endus peres badi dia tau manderoh pambelum anu ……………..(nama penganten berdua).

Setelah selesai manyaki peralatan hasaki hapalas, maka dilanjutkan dengan manyaki mamalas penganten berdua, yang dilakukan oleh Mantir Mamelek dan satu orang luang.

Isi yang disampaikan pada saat manyaki penganten berdua yaitu :

  1. Nyakiku tutuk tunjuk sarapumpung panyurung nanjung, nyurung kea tuah rajaki ketun ndue belum palus mumpung panatau panuhan anak jarian
  2. Nyakiku likut tatap malapatap sial kawe tamanang tambisu
  3. Nyakiku buku laling hila luar , maling malewar peteh liau matei, nyakiku buku laling hila huang, bataling aseng nyaman ketua ndue belum
  4. Nyakiku tambang takep mangat nambang kayun penyang karuhei tatau, nambang tuah rajaki.
  5. Nyakiku utut mangat batuntut ketua ndue umba kare gawin uluh ije bujur kabajuran.
  6. Nyakiku kakis hila sambil hapam ngakis mangian utang silih, lau hutus, kukut hila gantau hapam mukut tuah rajaki untung panjang.
  7. Nyakiku sikum hapan nyiku hagagian peres baratus  area manggian tamanang tambisu
  8. Nyakiku Rahepan  hapam naharep kare raja awing beken dia tau giring bulum
  9. Nyakiku Likut hapam hatalikut umba sial kawe pali endus dahiang baya taluh je papa.

10.  Nyakiku Balengkung tingang batengkung kambang tarung ketun belum tatau manyambung

11.  Nyakiku Batu Junjun kare purum mahunjun kea kambang tarung ketun belum

12.  Nyakiku hapan dahan bawui tuh mangat kasaingen aseng nyaman ketun ndue hayak batuah marajaki, te kea muwur kuh behas tuh mangat kilau behas ije tau mangkar manyiwuh nangalan ije supak ije gantang tau naratang pulu, kalute kea ampin tuah rajaki ketun ndue belum. Nantisan kuh minyak bangkang haselan tingang  uring katilambung nyahu  ije belum gantung-gantung  indu tihang lewu pulu, mangat gantung kea sewut saritan ketun ndue belum mangun betang panjang huma hai palataran lumbah. te kea sanaman tuh mangat katekang mahambaruan ketun ndue aluh tampapulu  nyahu batengkung dia tau giring bulu. (Agan, Thian.1996)

Setelah itu penganten berdua makan makanan yang disebut panginan Putir Santang yang telah disiapkan. Dan kemudian mereka berdua  dilanjutkan memakan sipa. Setelah selesai maka mereka berdua berdiri dan berjalan menuju ke pintu rumah dan bersama-sama menangkap tiang pintu rumah sambil manukiy (teriakan khas) sebanyak tujuh kali. Maka selesaikan acara manyaki penganten tersebut.

Selanjutnya para orang tua kedua belah pihak memberikan nasehat-nasehat dan petuah kepada penganten berdua untuk bekal mengarungi rumah tangga. Dan kepada para tamu dan undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan yang telah disiapkan dan memberikan ucapan selamat kepada mempelai berdua.

Setelah semua rangkaian acara selesai, maka penganten berdua menjalankan pali (pantangan) selama tujuh hari  yaitu tidak boleh berjalan keluar rumah dan tidak boleh bertamu kerumah orang lain. Setelah pali (pantangan) tersebut selesai maka penganten berdua maruah pali yaitu dengan cara berangkat menimba air, berangkat mencari ikan, berangkat mencari kayu, lawas. Setelah selesai maka dilanjutkan dengan penganten berdua bertamu ketempat keluarga.

Tiga bulan setelah berlangsungnya  upacara perkawinan tersebut, maka penganten laki-laki bias pulang mendatangi orang tuanya dua sampai tiga hari, kemudian baru kembali ketempat istrinya.

Setelah itu mertuanya (orang tua pihak laki-laki) melaksanakan upacara pakaja manantu dengan menjalankan janji yang sesuai dengan apa yang tertuang dalam surat kontrak kawin, maka selesailah seluruh pelaksanakan upacara perkawinan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: