Pengantar Pendidikan

September 13, 2009 at 2:54 am (Bahan Kuliah, Materi Kuliah Pengantar Pendidikan)

DASAR-DASAR PENDIDIKAN

1.     PENGERTIAN PENDIDIKAN

2.     PUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

3.     KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DAN BERBAGAI IMPLIKASINYA

4.     PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN

5.     UTS

6.     SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

7.     DEMOKRASI PENDIDIKAN

8.     ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

9      PERMASALAHAN PENDIDIKAN

10.   PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN

11.        UAS

I. PENGERTIAN PENDIDIKAN

l    PENDIDIKAN BAGI BANGSA YANG SEDANG MEMBANGUN MERUPAKAN KEBUTUHAN MUTLAK YANG HARUS DIKEMBANGKAN SEJALAN DENGAN TUNTUTAN PEMBANGUNAN SECARA TAHAP DEMI TAHAP

PENDIDIKAN          MANUSIA

SANGAT KOMPLEK DAN BANYAK ASFEK

BATASAN PENDIDIKAN MENURUT FUNGSINYA :

  1. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES TRANSFORMASI BUDAYA

  2. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES          PEMBENTUKAN PRIBADI

  3. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PENYIAPAN WARGA NEGARA

  4. PENDIDIKAN SEBAGAI PENYIAPAN TENAGA KERJA

PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES TRANSFORMASI BUDAYA

l      SEBAGAI SUATU KEGIATAN PEWARISAN BUDAYA DARI SATU GENERASI KE GENERASI YANG LAIN.

ADA TIGA BENTUK TRANSFORMASI YAITU :

1. NILAI-NILAI YANG MASIH COCOK       DITERUSKAN.

2. YANG KURANG COCOK DIPERBAIKI

3. YANG TIDAK COCOK DIGANTI

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU PROSES PEMBENTUKAN PRIBADI

SEBAGAI SUATU KEGIATAN YANG SISTEMATIS DAN TERARAH KEPADA TERBENTUKNYA KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK.

SEBAGAI PROSES PENYIAPAN WARGA NEGARA

SEBAGAI SUATU KEGIATAN YANG TERENCANA UNTUK MEMBEKALI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK

PENYIAPAN TENAGA KERJA

SEBAGAI KEGIATAN MEMBIMBING PESERTA DIDIK SEHINGGA MEMILIKI BEKAL DASAR UNTUK BEKERJA

DEFINISI PENDIDIKAN OLEH BEBERAPA AHLI :

DRIYAKARA : PENDIDIKAN ADALAH  UPAYA MEMANUSIAKAN MANUSIA MUDA. PENGANGKATAN MANUSIA DARI TARAF INSANI ITULAH YANG DISEBUT MENDIDIK

MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

PENDIDIKAN UMUMNYA BERARTI DAYA UPAYA UNTUK MEMAJUKAN BERTUMBUHNYA BUDI PEKERTI (KEKUATAN BATHIN DAN KARAKTER), PIKIRAN (INTELEK) DAN TUBUH ANAK

DICTIONARY OF EDUCATION

PENDIDIKAN ADALAH PROSES DIMANA SESEORANG MENGEMBANGAN KEMAMPUAN SIKAP DAN BENTUK-BENTUK TINGKAH LAKU LAINNYA DIDALAM MASYARAKAT DIMANA IA HIDUP, SEHINGGA IA MEMPEROLEH ATAU MENGALAMI PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN INDIVIDU YANG OPTIMUM.

CROW AND CROW

PENDIDIKAN ADALAH PROSES YANG BERISI BERBAGAI MACAM KEGIATAN YANG COCOK BAGI INDIVIDU UNTUK KEHIDUPAN SOSIALNYA DAN MEMBANTU MENERUSKAN ADAT DAN BUDAYA SERTA KELEMBAGAAN  SOSIAL DARI GENERASI KE GENERASI

UNDANG-UNDANG SISDIKNAS
NO. 20 TAHUN 2003

PENDIDIKAN ADALAH USAHA SADAR DAN TERENCANA UNTUK MEWUJUDKAN SUASANA BELAJAR DAN PROSES PEMBELAJARAN AGAR PESERTA DIDIK SECARA AKTIF MENGEMBANGKAN POTENSI DIRINYA  UNTUK MEMILIKI KEKUATAN SPRITUAL  KEAGAMAAN , PENGENDALIAN DIRI, KEPRIBADIAN, KECERDASAN,AHLAK MULIA SERTA KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN DIRINYA, MASYARAKAT , BANGSA DAN NEGARA

DARI PENGERTIAN-PENGERTIAN DIATAS, MAKA PENDIDIKAN DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI BERIKUT :

  1. SUATU PROSES PERTUMBUHAN YANG MENYESUAIKAN DENGAN LINGKUNGAN

  2. SUATU PENGARAHAN DAN BIMBINGAN YANG DIBERIKAN KEPADA ANAK DALAM PERTUMBUHANNYA.

  3. SUATU USAHA SADAR UNTUK MENCIPTAKAN SUATU KEADAAN ATAU SITUASI TERTENTU YANG DIKEHENDAKI MASYARAKAT

  4. SUATU PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN KEMAMPUAN ANAK DALAM MENUJU KEDEWASAAN

UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI GUNA MEMLIKI KEKUATAN SPIRITUAL KEAGAMAAN, PENGENDALIAN DIRI, KEPRIBADIAN, KECERDASAN, AHLAK MULIA, SERTA KETRAMPILAN

DARI BEBERAPA PENGERTIAN  DIATAS DAPAT DIBERIKAN  CIRI ATAU UNSUR UMUM DALAM PENDIDIKAN

  • PENDIDIKAN MENGANDUNG TUJUAN YANG INGIN DICAPAI YAITU INDIVIDU YANG KEMAMPUAN-KEMAPUAN DIRINYA BERKEMBANG  SEHINGGA BERMANFAAT UNTUK KEPENTINGAN HIDUPNYA

  • UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT PERLU MELAKUKAN USAHA YANG DISENGAJA DAN BENRENCANA DALAM MEMILIH ISI(MATERI) , STRATEGI , DAN TEHNIK PENILAIAN YANG SESUAI

  • KEGIATAN TERSEBUT DAPAT DIBERIKAN DIDALAM LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT (PENDIDIKAN FORMAN DAN NON FORMAL

DALAM AKTIVITAS PENDIDIKAN ADA ENAM FAKTOR YANG DAPAT MEMBENTUK POLA INTERAKSI YAITU

  1. FAKTOR TUJUAN

  2. FAKTOR PENDIDIK

  3. FAKTOR PESERTA DIDIK

  4. FAKTOR ISI/MATERI

  5. FAKTOR METODE PENDIDIKAN

  6. FAKTOR SITUASI LINGKUNGAN

FAKTOR TUJUAN

DIDALAM PRAKTEK PENDIDIKAN, BAIK DILINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT TENTUNYA MEMILIKI SUATU TUJUAN YANG AKAN DILAKSANAKAN DALAM MEMBINA GENERASI BERIKUTNYA

FAKTOR PENDIDIK

FAKTOR INI DAPAT DIBAGI MENJADI DUA YAITU :

A. PENDIDIK MENURUT KODRAT

B. PENDIDIK MENURUT JABATAN

FAKTOR PESERTA DIDIK

ADA EMPAT KONTEKS YANG DAPAT DILIHAT YAITU :

1. LINGKUNGAN DIMANA PESERTA

DIDIK BELAJAR YANG TIDAK

TERPROGRAM

2. LINGKUNGAN DIMANA PESERTA

DIDIK BELAJAR DISENGAJA DAN

DAN DIKEHENDAKI

3. SEKOLAH DIMANA PESERTA DIDIK

BELAJAR MENGIKUTI PROGRAM YANG

DITETAPKAN

4. LINGKUNGAN PENDIDIKAN OPTIMAL

FAKTOR ISI /MATERI

ADA SYARAT UTAMA YG HARUS DIPERHATIKAN DIDALAM MEMILIH ISI/MATERI YAITU :

1. MATERI HARUS SESUAI DENGAN    TUJUAN PENDIDIKAN

2. MATERI HARUS SESUAI DENGAN PESERTA DIDIK

FAKTOR METODE PENDIDIKAN

AGAR INTERAKSI YANG DIINGINKAN   DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DAPAT BERJALAN SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM MENCAPAI TUJUAN MAKA PERLU DIPILIH METODE  YANG TEPAT

METODE ADALAH CARA YANG DIDALAM FUNGSINYA MERUPAKAN ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MNCAPAI TUJUAN

FAKTOR SITUASI LINGKUNGAN

FAKTOR LINGKUNGAN SANGAT MEMPENGARUHI PROSES DAN HASIL PENDIDIKAN. SITUASI LINGKUNGAN INI MELIPUTI :

1. LINGKUNGAN FISIK

2. LINGKUNGAN TEKNIS

3. LINGKUNGAN SOSIO KULTURAL

II. FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

FUNGSI PENDIDIKAN DALAM ARTI MIKRO IALAH MEMBANTU (SECARA SADAR) PERKEMBANGAN JASMANI DAN ROHANI PESERTA DIDIK

FUNGSI PENDIDIKAN SECARA MAKRO ADALAH :

1. PENGEMBANGAN PRIBADI

2. PENGEMBANGAN WARGA NEGARA

3. PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN

4. PENGEMBANGAN BANGSA

PADA PRINSIPNYA MENDIDIK ADALAH

MEMBERI TUNTUNAN, BANTUAN, PERTOLONGAN KEPADA PESERTA DIDIK (PESERTA DIDIK PADA DASARNYA MEMILIKI POTENSI-POTENSI YANG DAPAT BERKEMBANG

UNTUK MENJAMIN BERKEMBANGNYA POTENSI TERSEBUT MAKA DIPERLUKAN PERTOLONGAN DAN TUNTUNAN DARI LUAR (JIKA PERTOLONGAN TIDAK ADA MAKA POTENSI TERSEBUT HANYA MENJADI SEBUAH POTENSI BELAKA)

SEBERAPA BESAR PERANAN PERTOLONGAN TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK, CONTOH :

PADA BULAN OKTOBER 1920 DI INDIA TELAH DITEMUKAN DUA ORANG ANAK DI SARANG SRIGALA, DENGAN UMUR DUA DAN DELAPAN TAHUN, AMALA DAN KAMALA NAMANYA. KEMUDIAN MEREKA DIASUH DIDALAM PANTI ASUHAN, SELAMA KAMALA HIDUP DI PANTI ASUHAN SELALU DI PANTAU PERKEMBANGANNYA, YANG SEMULA IA BERLAKU SEPERTI SERIGALA BERJALAN MERANGKAK, SIANG HARI TIDUR DAN KALAU BANGUN MENGHINDAR DARI CAHAYA MATAHARI, MALAM HARI TIDAK TIDUR KADANG-KADANG MERAUNG, MAKANNYA DAGING MENTAH, TIDAK DAPAT MENGUNAKAN JARI-JARI TANGAN UNTUK MEMEGANG

SETELAH SATU SETENGAH TAHUN DIASUH, DIBERI PERTOLONGAN PANTI ASUHAN KAMALA BARU DAPAT BERDIRI TEGAK LURUS, KEMUDIAN DAPAT BERJALAN TEGAK, BARU DAPAT MEMEGANG SEBUAH PIRING.

SESUDAH ENAM TAHUN DIBERI TUNTUNAN, BARU DAPAT BERBAHASA DENGAN MENGUCAPKAN 40 BUAH KATA-KATA DAN MENYUSUN KALIMAT  TERDIRI ATAS DUA ATAU TIGA BUAH KATA. PADA UMUR 17 BELAS TAHUN (AKHIR HIDUPNYA) KAMALA BARU DAPAT BERBAHASA SETARAF ANAK BERUMUR 5 TAHUN

( HANYA DENGAN PERTOLONGAN PENDIDIKAN OLEH MANUSIA DAN DITENGAH MANUSIALAH, MAKA KAMALA ANAK MANUSIA ITU DAPAT MENJADI MANUSIA)

PERBEDAAN PERGAULAN DENGAN PENDIDIKAN

MENURUT PROF. LANGEVELD PERGAULAN ITU MERUPAKAN LAPANGAN PENDAHULUAN  DARI PENDIDIKAN.

PERGAULAN YANG DIMAKSUD ADALAH PERGAULAN ANTARA ORANG DEWASA DENGAN ANAK YANG BELUM DEWASA.

KEMUDIAN TIMBUL PERTANYAAN. BUKANKAH PERGAULAN ANTARA ANAK DENGAN ANAK ? ATAUKAH PERGAULAN ANTARA ORANG DEWASA DENGAN ORANG DEWASA ?

UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN DI ATAS , DAPAT DITERANGKAN DENGAN GAMBAR :

l    KALAU TOH DISINI ADA SIFAT MENURUT SIFAT ITU HANYALAH KARENA TEKANAN ANCAMAN, JADI BUKAN PENDIDIKAN

DEWASA    DNG    DEWASA

HANYA AKAN MEMPERLUAS LAPANGAN PERGAULAN DAN PENDIDIKAN, DAN MENYINGGUNG BANYAK HAL DI LUAR PENDIDIKAN. SEKALIPUN PERGAULAN ANTAR MANUSIA MEMPUNYAI BEBERAPA TITIK  PERSAMAAN DENGAN PENDIDIKAN, JADI BUKAN PENDIDIKAN

DEWASA    DNG      ANAK

PERGAULAN ANTARA  ORANG DEWASA DENGAN ANAK YANG BELUM DEWASA INILAH SIFAT (BERSIFAT) PENDIDIKAN.

CIRI DARI PERGAULAN DALAM RANGKA PENDIDIKAN MEMPUNYAI DUA SIFAT YAITU :

•              DALAM PERGAULAN , ORANG BERUSAHA MEMPENGARUHI, DAN

•              PENGARUH TERSEBUT DATANGNYA DARI ORANG DEWASA ATAU YANG DICIPTAKAN OLEH ORANG DEWASA, BAIK DI SEKOLAH, MAUPUN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN DI TUJUKAN KEPADA ANAK YANG BELUM DEWASA.

( SIFAT KHAS DARI SEORANG PENDIDIK ADALAH BAHWA SEMUA USAHANYA, PENGARUHNYA,PERLINDUNGAN DAN BANTUANNYA TERTUJU KEPADA PENDEWASAAN ANAK DIDIKNYA ATAU LEBIH TEPATNYA MEMBANTU PESERTA DIDIKNYA AGAR CUKUP CAKAP MELAKSANAKAN TUGAS HIDUPNYA SEHARI-HARI).

BAGAN SITUASI PENDIDIKAN

APABILA PENGARUH ORANG DEWASA PADA ANAK TIMBUL DALAM PERGAULAN ITU TELAH TERJALIN, BARULAH PENDIDIK MASUK PADA FASE SITUASI PENDIDIKAN YAITU SUATU FASE DIMANA PENDIDIK BERMAKSUD MENGARAHKAN PADA SUATU TUJUAN PENDIDIKAN YANG SEBENARNYA.

SETELAH MELEWATI MASA SITUASI PENDIDIKAN, MAKA TERJADILAH APA YANG DISEBUT DENGAN PENDIDIKAN.

(BAHWA PENDIDIKAN BERLANGSUNG SEJAK DARI PERGAULAN, MEMASUKI SITUASI PENDIDIKAN DAN PENGARAHAN PADA TUJUAN PENDIDIKAN ITU MERUPAKAN KESELURUHAN YANG TIDAK TERPISAH-PISAH).

FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

DIDALAM MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK , LINGKUNGAN ADA YANG SENGAJA DIADAKAN (USAHA SADAR), ADA YANG TIDAK USAHA SADAR DARI ORANG DEWASA YANG NORMATIF, SEDANG YANG LAIN DISEBUT PENGARUH

LINGKUNGAN YANG DENGAN SENGAJA DICIPTAKAN UNTUK MEMPENGARUHI ANAK ADA TIGA YAITU :

•LINGKUNGAN KELUARGA

•LINGKUNGAN SEKOLAH

• LINGKUNGAN MASYARAKAT

KETIGA LINGKUNGAN INI DISEBUT DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ATAU SATUAN PENDIDIKAN

EMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA

KELUARGA MERUPAKAN LINGKUNGAN PERTAMA BAGI ANAK, DISINI ANAK AKAN MENDAPATKAN PENGARUH SADAR, KARENA ITU KELUARGA MERUPAKAN LEMBAGA PENDIDIKAN TERTUA. (BERSIFAT INFORMASI DAN KODRATI). AYAH DAN IBU SEBAGAI PENDIDIKNYA.

TUGAS KELUARGA ADALAH MELETAKAN DASAR-DASAR BAGI PERKEMBANGAN ANAK BERIKUTNYA, AGAR ANAK DAPAT BERKEMBANGAN SECARA BAIK.

KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN PERTAMA  SANGAT PENTING DALAM MEMBENTUK POLA KEPRIBADIAN ANAK , KARENA DIDALAM KELUARGA ANAK  PERTAMA KALI BERKENALAN DENGAN  NILAI DAN NORMA

FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA

•               MERUPAKAN PENGALAMAN PERTAMA-TAMA BAGI MASA ANAK-ANAK, UNTUK MEMBERIKAN WARNA BAGI PERKEMBANGAN BERIKUTNYA.

•               DAPAT MENJAMIN KEHIDUPAN EMOSIONAL ANAK UNTUK TUMBUH DAN BERKEMBANG (HUBUNGAN EMOSIONAL YANG BERLEBIHAN/KURANG DAPAT MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK)

•               AKAN TERBENTUK PENDIDIKAN MORAL, KETELADANAN ORANG TUA DALAM BERTUTUR KATA  DAN BERPRILAKU AKAN MENJADI WAHANA PENDIDIKAN MORAL ANAK

•               AKAN TUMBUH SIKAP TOLONG MENOLONG, TENGGANG RASA,  SEHINGGA TUMBUHLAH KEHIDUPAN KELUARGA YANG DAMAI DAN SEJAHTERA.

•               BERPERAN DALAM MELETAKAN DASAR-DASAR AGAMA

•               MENGARAHKAN ANAK AGAR MAMPU MENGEMBANGKAN DAN MENOLONG DIRINYA SENDIRI (MENUMBUHKEMBANGKAN INISIATIF, KREATIVITAS, KEHENDAK, EMOSI, TANGGUNG JAWAB KETRAMPILAN.

HAMBATAN DALAM PENDIDIKAN LINGKUNGAN KELUARGA

•               ANAK KURANG MENDAPTKAN PERHATIAN DAN KASIH SAYANG DARI ORANG TUA.

•               FIGUR ORANG TUA YANG TIDAK MAMPU MEMBERIKAN KETELADANAN PADA ANAK

•               SOSIAL EKONOMI KELUARGA YANG KURANG

•               KASIH SAYANG ORANG TUA YANG BERLEBIHAN SEHINGGA CENDERUNG UNTUK MEMANJAKAN ANAK

•               ORANG TUA YANG TIDAK BISA MEMBERIKAN RASA AMAN KEPADA ANAK, DENGAN TUNTUTAN ORANG TUA YANG TERLALU TINGGI

•               ORANG TUA TIDAK BISA MEMBERIKAN KEPERCAYAAN PADA ANAK.

•               ORANG TUA TIDAK BISA MEMBANGKITKAN INISIATIF  DAN KREATIVITAS ANAK

(DARI LINGKUNGAN KELUARGA YANG HARMONIS , AKAN LAHIR ANAK-ANAK  YANG MEMILIKI KEPRIBADIAN  DENGAN POLA YANG MANTAP)

LEMBAGA PENDIDIKAN SEKOLAH

SEBAGAI AKIBAT DARI SEMAKIN BERKEMBANGNYA ILMU PENGETAHUAN DAN TENOLOGI DAN TERBATASNYA KEMAMPUAN ORANG TUA, MAKA ORANG TUA TIDAK SANGGUP  UNTUK MENDIDIK ANAKNYA, UNTUK MENJALANKAN TUGAS-TUGAS TERSEBUT DIPERLUKAN ORANG LAIN YANG LEBIH AHLI .

(GURU-GURU DIDALAM LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL ADALAH ORANG DEWASA YANG MENDAPAT KEPERCAYAAN DARI PEMERINTAH UNTUK MENJALANKAN TUGAS TERSEBUT).

TUGAS SEKOLAH SANGAT PENTING DALAM MENYIAPKAN ANAK  UNTUK KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. KARENA ITU SEKOLAH PERLU DIRANCANG  DAN DIKELOLA DENGAN BAIK.DALAM HAL INI MENDIKBUD MENETAPKAN MASALAH –MASALAH PENDIDIKAN  SEBAGAI BERIKUT :

PENDIDIKAN SEPERTI YANG DIURAIKAN DIATAS DILAKSANAKAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNKAN PERJENJANGAN YAITU :

l   PENDIDIKAN DASAR

l   PENDIDIKAN MENENGAH

l   PENDIDIKAN TINGGI

LEMBAGA PENDIDIKAN MASYARAKAT

MASYARAKAT ADALAH ADALAH SALAH SATU LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BESAR PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PRIBADI  SESEORANG.

MASYARAKAT MEMPUNYAI PERANAN YANG PENTING DALAM MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL PERAN YANG SUDAH DISUMBANGKAN YAITU BERUPA IKUT MEMBANTU MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN (MEMBUKA LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA) DALAM SISTEM PENDIDIKAN  NASIONAL MASYARAKAT INI DISEBUT  “ PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN”

PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN

ADALAH USAHA SADAR YANG JUGA MEMBERIKAN KEMUNGKINAN PERKEMBANGAN SOSIAL , KULTURAL KEAGAMAAN, KETRAMPILAN, KEAHLIAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN OLEH RAKYAT UNTUK MENGEMBANGKAN DIRINYA DAN MEMBANGUN MASYARAKAT.

BENTUK PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN DIHARAPKAN DAPAT MEMPEROLEH  KEMAMPUAN DAN KEAHLIAN  YANG DAPAT DIPRASYARATKAN  MEMASUKI  LAPANGAN KERJA

SECARA KONKRIT PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN DAPAT MEMBERIKAN :

•      KEMAMPUAN PROFESIONAL UNTUK MENGEMBANGKAN KARIER MELALUI KURSUS, PENATARAN, LOKAKARYA, SEMINAR.

•      KEMAMPUAN TEKNIS AKADEMIS , SEKOLAH TERBUKA.

•      KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN BERAGAMA, PESANTREN, SEKOLAH MINGGU, PASRAMAN

•      KEMAMPUAN MENGEMBANGANKAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA, BENGKEL SENI, TEATER, SENI BELA DIRI.

•      KEAHLIAN DAN KETRAMPILAN MELALUI SISTEM MAGANG, AHLI BANGUNAN, MESIN

DALAM MELAKSANAKANNYA PERGURUAN SWASTA BERKEWAJIBAN MELAKSANAKAN KETENTUAN-KETENTUAN  POKOK PENDIDIKAN NASIONAL, STANDARISASI, DAN AKREDITASI

PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN MEMPUNYAI ANDIL DALAM MENCAPAI
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL DALAM PERANNYA ANTARA LAIN :

•              PENDIDIKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU, MEMBANTU MEMBENTUK MANUSIA YG CERDAS, SESUAI DENGAN KONDISI DAN FUNGSI PERGURUAN SWASTA TERSEBUT.

•              PENDIDIKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SUSILA, DENGAN DIBEKALI PENDIDIKAN TENTANG PANCASILA

•              PENDIDIKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL , DITUMBUH KEMBANGKAN  AGAR MAMPU HIDUP BERSAMA-SAMA SECARA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENCAPAI KESEJAHTERAAN SOSIAL

•              PENDIDIKAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK RELIGIUS, DIBEKALI DENGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN

III. KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DAN BERBAGAI IMPLIKASINYA

DALAM GBHN DINYATAKAN BAHWA “ PENDIDIKAN BERLANGSUNG SEUMUR HIDUP DAN DILAKSANAKAN DIDALAM LINGKUNGAN RUMAH TANGGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT”. KARENA ITU PENDIDIKAN IALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA ANTARA KELUARGA, PEMERINTAH DAN MASYARAKAT.

(KONSEP INI MENGHARAPKAN BAHWA SETIAP MANUSIA INDONESIA SELALU BERKEMBANG SEPANJANG HIDUP).

A. PENDIDIKAN SEKOLAH DAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

DALAM KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP PENDIDIKAN SEKOLAH DAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH HARUS SALING MENGISI DAN SALING MEMPERKUAT.

PHILIP H. COOMBS MENGKLASIPIKASIKAN PENDIDIKAN KEDALAM TIGA BAGIAN

•            PENDIDIKAN INFORMAL

•            PENDIDIKAN FORMAL

•            PENDIDIKAN NON FORMAL

•            PENDIDIKAN INFORMAL ADALAH PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YANG TIDAK DILEMBAGAKAN

•            PENDIDIKAN FORMAL ADALAH LEMBAGA SEKOLAH

•            PENDIDIKAN NON FORMAL ADALAH PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YANG  DILEMBAGAKAN

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YANG TIDAK DILEMBAGAKAN
(PENDIDIKAN INFORMAL)

ADALAH PROSES PENDIDIKAN YG DIPEROLEH SESEORANG DARI PENGALAMAN SEHARI-HARI DENGAN SADAR ATAU TIDAK SADAR PADA UMUMNYA TIDAK TERATUR DAN SISTEMATIS (DALAM KELUARGA, TETANGGA, PEKERJAAN DAN DALAM PERGAULAN SEHARI-HARI/LINGKUNGAN)

PENDIDIKAN SEKOLAH

ADALAH PENDIDIKAN DI SEKOLAH  YANG TERATUR DAN SISTEMATIS , MEMPUNYAI JENJANG DAN DI BAGI DALAM WAKTU TERTENTU YANG BERLANGSUNG DARI TAMAN KANAK-KANAK SAMPAI PERGURUAN TINGGI

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YANG DILEMBAGAKAN

ADALAH SEMUA BENTUK PENDIDIKAN YG DISELENGARAKAN DENGAN SENGAJA, TERTIB, TERARAH DAN TERENCANA DI LUAR KEGIATAN PERSEKOLAHAN (DALAM HAL INI TENAGA PENGAJAR, WAKTU DAN FASILAS SERTA MATERI DISESUAIKA DENGAN KEADAAN PESERTA).

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH  YANG DILEMBAGAKAN MEMPUNYAI CALON PESERTA DIDIK YAITU :

•PENDUDUK USIA SEKOLAH YANG TIDAK MENDAPATKAN KESEMPATAN UNTUK SEKOLAH.

•ORANG DEWASA YANG TIDAK PERNAH SEKOLAH

•PESERTA DIDIK YANG PUTUS SEKOLAH

•PESERTA DIDIK YANG TELAH LULUS SATU SISTEM PENDIDIKAN TETAPI TIDAK DAPAT MELANJUTKAN STUDINYA.

•ORANG YANG TELAH BEKERJA, TETAPI INGIN MENAMBAH KETRAMPILAN LAIN

ADA 4 KONSEP KUNCI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP YAITU :

  1. KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP ITU SENDIRI YAITU PENDIDIKAN YANG DIJALANKAN DARI YANG ANAK SAMPAI YANG TUA.
  2. KONSEP BELAJAR SEUMUR HIDUP YAITU BELAJAR TIDAK MENGENAL BATAS DAN TEMPAT.
  3. KONSEP PELAJAR SEUMUR HIDUP YAITU DENGAN BELAJAR SEUMUR HIDUP MAKA MEREKA SADAR AKAN DIRINYA SEBAGAI PELAJAR SEUMUR HIDUP
  4. KURIKULUM YANG MEMBANTU PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP YAITU DIDESAIN ATAS DASAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, TELAH MENGHASILKAN PELAJAR SEUMUR HIDUP  DAN SECARA BERURUTAN MELAKSANAKAN BE;LAJAR SEUMUR HIDUP

IV. PERANAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN

•              PERANAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN.

KELUARGA ADALAH LEMBAGA PENDIDIKAN YANG PERTAMA DAN UTAMA, KARENA DALAM KELUARGALAH MANUSIA DILAHIRKAN, BERKEMBANG MENJADI DEWASA DIDALAM KELUARGA AKAN TERCIPTA  WATAK, BUDI PEKERTI DAN KEPRIBADIAN  TIAP MANUSIA,

(PENDIDIKAN YANG DITERIMA DALAM KELUARGALAH YANG AKAN DIGUNAKAN OLEH ANAK SEBAGAI DASAR UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN SELANJUTNYA DI SEKOLAH)

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM KELUARGA  TERHADAP PENDIDIKAN ANAK BERSIFAT :

  1. PEMBENTUKAN WATAK
  2. BUDI PEKERTI
  3. LATIHAN KETRAMPILAN
  4. PENDIDIKAN SOSIAL
  5. NILAI RELIGIUS

PERANAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN

MASYARAKAT MERUPAKAN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG KETIGA  YANG MEMPUNYAI KERAGAMAM BENTUK DAN SIFAT TETAPI AKIBAT DARI KERAGAMAN INILAH YANG AKAN MENAMBAH KHASANAH BUDAYA BANGSA .

PERANAN MASYARAKAT TERSEBUT DILAKSANAKAN MELALUI JALUR :

•             PERGURUAN SWASTA

•             DUNIA USAHA

•             KELOMPOK PROFESI

•             LEMBAGA NASIONAL SWASTA LAINNYA.

PERANAN PERGURUAN SWASTA

YANG DIMAKSUD PERGURUAN SWASTA YAITU USAHA-USAHA DARI MASYARAKAT YANG SECARA LANGSUNG MENGELOLA DAN MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN FORMAL YANG BERBENTUK BADAN HUKUM SERTA MENJALAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU, STANDARISASI DAN AKREDITASI.

PERGURUAN SWASTA DAPAT MENYELENGGARAKAN SEMUA JENIS DAN JENJANG PENDIDIKAN KECUALI PENDIDIKAN KEDINASAN

PERANAN DUNIA USAHA

HUBUNGAN DUNIA USAHA DENGAN PENDIDIKAN DAPAT DILIHAT DARI DUA SEGI YAITU :

•              DUNIA USAHA SEBAGAI KONSUMEN PENDIDIKAN DALAM ARTI DUNIA USAHA MEMANFAATKAN  DAN MENGAMBIL HASIL PENDIDIKAN YAITU BERUPA LULUSAN.

•              DUNIA USAHA SEBAGAI PENGEMBANG DAN PELAKSANA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

PERANAN KELOMPOK PROFESI

KELOMPOK PROFESI MENJADI SANGAT PENTING KARENA MEREKA MEMILIKI KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN. PERANAN KELOMPOK PROFESI DALAM PENDIDIKAN ANTARA LAIN ADALAH :

•            MERENCANAKAN DAN MENYELENGGARAKAN  LATIHAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN.

•            MENJAMIN DAN MENGUJI KUALITAS KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN TERSEBUT

•            MENYEDIAKAN TENAGA-TENAGA PENDIDIKAN  UNTUK BERBAGAI JENIS PENDIDIKAN TERUTAMA PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN DAN PENDIDIKAN KHUSUS.

PERANAN LEMBAGA SWASTA LAINNYA

DIDALAM MASYARAKAT BERKEMBANG PULA LEMBAGA-LEMBAGA SWASTA NASIONAL LAINNYA YANG MENGELOLA DAN MENYELENGGARAKAN KEGIATAN SOSIAL, KEBUDAYAAN , KEAGAMAAN , PENELITIAN , KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN

PERANAN INI TERUTAMA DIHARAPKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN KEGIATAN PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN  YANG MEMPUNYAI EFEK SOSIAL.

TUGAS KELOMPOK

l     BUATKAN MAKALAH

l     FORMAT MAKALAH

A. PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

2. PERMASALAHAN

3. TUJUAN PENULISAN

B  PEMBAHASAN

D. KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

(CATATAN DAFTAR PUSTAKA MINIMAL 5 LITERATUR )

JUDUL MAKALAH

l           PERANAN PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK

l           FUNGSI DAN PERAN PENDIDIKAN FORMAL DALAM  PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK

3.    FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MENGEMBANGAN BUDI PEKERTI ANAK

VI. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

l   PENGERTIAN SISTEM : Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani     “ Systema” yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan

ISTILAH SISTEM DIPAKAI UNTUK MENUNJUK BEBERAPA PENGERTIAN MISALNYA

l    Dipakai untuk menunjuk adanya suatu himpunan bagian-bagian yang saling berkaitan secara alamiah sehingga menjadi suatu kesatuan yang bulat dan terpadu contoh : sistem tata surya

l    Sistem dapat menunjuk adanya alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang mempunyai andil didalaam menjalankan fungsi tubuh contoh : Sistem Saraf

l    Sistem dapat dipakai untuk menunjuk sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis contoh : Sistem pemerintahan

l    Sistem dapat digunakan untuk menunjuk pada suatu cara atau metode contoh : Sistem belajar jarak jauh

MANURUT DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, SETIAP SISTEM MEMPUNYAI CIRI-CIRI SEBAGAI BERIKUT :

l      TUJUAN , Setiap sistem mempunyai tujuan sebagai contoh lembaga pendidikan adalah memberikan palayanan pendidikan kepada yang membutuhkan

l      FUNGSI-FUNGSI, Dengan adanya tujuan yang harus dicapai, oleh suatu sistem menuntut terlaksananya berbagai fungsi yang diperlukan yaitu dengan adanya fungsi perencanaan, fungsi pelaksanaan, pengawasan dan penilaian

l      KOMPONEN-KOMPONEN, sistem ini terdiri dari komponen-komponen dan masing-masing komponen memiliki fungsi khusus

l      INTERAKSI ATAU SALING HUBUNGAN, Semua sistem yang ada tentunya saling berinteraksi atau saling berhubungan satu dengan yang lain

l      PENGAMBUNGAN YANG MENIMBULKAN PERPADUAN, Mengadakan suatu pengambungan dari beberapa sistem sehingga akan terjalin suatu keterpaduan sasaran yang diinginkan

l      PROSES TRANSFORMASI, semua sistem mempunyai misi untuk mencapai tujuan. Untuk itu diperlukan suatu proses yang memproses masukan (input) menjadi hasil (output)

l      UMPAN BALIK UNTUK KOREKSI, untuk mengetahui apakah masing-masing fungsi terlaksana dengan baik, maka diperlukan kontrol untuk memberikan koreksi, hasil koreksi dijadikan bahan pertimbangan untuk penyempuarnaan lebih lanjut

l      DAERAH BATASAN ATAU LINGKUNGAN, Antara suatu sistem yang satu dengan dengan lain tentunya mempunyai daerah batasan tertentu.

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM

l   PENDIDIKAN MERUPAKAN SUATU USAHA UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN

l   SUATU USAHA PENDIDIKAN MENYANGKUT TIGA UNSUR POKOK YAITU UNSUR MASUKAN, UNSUR PROSES USAHA DAN UNSUR HASIL USAHA

PROSES PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM

DEPARTEMEN PENDIDIKAN MENJELASKAN BAHWA PENDIDIKAN MERUPAKAN SUATU SISTEM YANG MEMPUNYAI UNSUR-UNSUR

l    TUJUAN / SASARAN PENDIDIKAN

l    PESERTA DIDIK

l    PENGGELOLA  PENDIDIKAN

l    STRUKTUR /JENJANG

l    KURIKULUM

l    PERALATAN/PASILITAS

( UNSUR-UNSUR TERSEBUT SALING BERKAITAN DAN SALING MEMPENGARUHI SATU DENGAN LAIN)

P.H. COMBS , MENGEMUKAKAN 12 KOMPONEN PENDIDIKAN YAITU

1.   TUJUAN DAN PRIORITAS

2.   PESERTA DIDIK

3.  MANAJEMEN DAN PENGGELOLAAN

4.  STRUKTUR DAN JADWAL WAKTU

5.  ISI DAN BAHAN PELAJARAN

6.  GURU DAN PELAKSANA

7.  ALAT BANTU BELAJAR

8.  FASILITAS

9.  TEKNOLOGI

10.  PENGAWASAN MUTU

11. PENELITIAN

12. BIAYA

1. TUJUAN DAN PRIORITAS

fungsinya mengarahkan kegiatan sistem , hal ini merupakan informasi tentang apa yang hendak dicapai dan urutan pelaksanaannya

2. PESERTA DIDIK

Fungsinya ialah belajar, diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan pendidikan

3. MANAJEMEN ATAU PENGGELOLA

Fungsinya mengkoordinasikan, mengarahkan dan menilai sistem pendidikan

4. STRUKTUR DAN JADWAL WAKTU

Fungsinya mengatur pembagian waktu dan kegiatan kegiatan pendidikan

5. ISI DAN BAHAN PELAJARAN

Fungsinya untuk mengambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik, juga mengarahkan  dan mempolakan kegiatan dalam proses pendidikan

6. GURU DAN PELAKSANA

Fungsinya menyediakan bahan pelajaran dan menyelenggarakan proses belajar untuk  peserta didik

7. ALAT BANTU BELAJAR

Fungsinya untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan yang lebih menarik dan lebih bervariasi

8. FASILITAS

Fungsinya untuk tempat terselenggaranya proses pendidikan

9. TEKNOLOGI

Fungsinya memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan

10. PENGAWASAN MUTU

Fungsinya membina peraturan-peraturan  dan standar pendidikan

11.  PENELITIAN

Fungsinya untuk memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan

12. BIAYA

Fungsinya memperlancar proses pendidikan

PENGERTIAN PENDIDIKAN NASIONAL

MENURUT SUNARYA (1969) PENDIDIKAN NASIONAL ADALAH SUATU SISTEM PENDIDIKAN YANG BERDIRI DIATAS LANDASAN DAN DIJIWAI OLEH FALSAFAH HIDUP SUATU BANGSA DAN TUJUANNYA BERSIFAT MENGABDI KEPADA KEPENTINGAN DAN CITA-CITA NASIONAL BANGSA TERSEBUT.

UNDANG-UNDANG NO.20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS

PENDIDIKAN NASIONAL ADALAH PENDIDIKAN YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945 YANG BERAKAR PADA NILAI-NILAI AGAMA, KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA DAN TANGGAP TERHADAP TUNTUTAN PERUBAHAN ZAMAN

PENGERTIAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

l     MENURUT UU NO 20 TAHUN 2003 YAITU KESELURUHAN KOMPONEN PENDIDIKAN YANG SALING BERKAITAN SECARA TERPADU  UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

l     ZAHAR IDRIS ADALAH KARYA MANUSIA  YANG TERDIRI DARI KOMPONEN-KOMPONEN  YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN FUNGSIONAL DALAM RANGKA MEMBANTU TERJADINYA  PROSES TRANSFORMASI ATAU PERUBAHAN TINGKAH LAKU

BAB. VII DEMOKRASI PENDIDIKAN

l           PENGERTIAN DEMOKRASI PENDIDIKAN DALAM PENGERTIAN YANG LUAS MENGANDUNG TIGA HAL YAITU :

l           RASA HORMAT TERHADAP HARKAT MANUSIA

l           SETIAP MANUSIA MEMILIKI PERUBAHAN KEARAH PIKIRAN YANG SEHAT

l           RELA BERBAKTI UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI DALAM PENDIDIKAN

l           SELALU TERKAIT DENGAN MASALAH-MASALAH :

l           HAK AZASI SETIAP WARGA NEGARA UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN

l           KESEMPATAN YANG SAMA BAGI WARGA NEGARA UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN

l           HAK DAN KESEMPATAN ATAS DASAR KEMAMPUAN MEREKA

JIKA PENGEMBANGAN DEMOKRASI PENDIDIKAN BERORIENTASI PADA CITA-CITA DAN NILAI DEMOKRASI BERARTI SELALU MEMPERHATIKAN PRINSIP-PRINSIP

l         MENJUNJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA SESUAI DENGAN NILAI-NILAI LUHURNYA

l         WAJIB MENGHORMATI DAN MELINDUNGI HAK AZASI MANUSIA YANG BERMARTABAT DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR

l         MENGUSAHAKAN SUATU PEMENUHAN HAK UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

DEMOKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA DAPAT DILIHAT DALAM

l         UUD 1945 PASAL 31 YAITU:

l          TIAP-TIAP WARGA NEGARA BERHAK MENDAPAT PENGAJARAN

l          PEMERINTAH MENGUSAHAKAN DAN MENYELENGGARAKAN SATU SISTEM PENGAJARAN NASIONAL YANG DIATUR DENGAN UNDANG-UNDANG

UNDANG-UNDANG RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA, ORANG TUA, MASYARAKAT DAN PEMERINTAH

PASAL 5

AYAT 1. SETIAP WARGA NEGARA MEMPUNYAI HAK YANG SAMA UNTUK MEMPEROLEH PENDIDIKAN YANG BERMUTU

VIII. ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

l    ALIRAN – ALIRAN PENDIDIKAN  DIMULAI SEJAK AWAL HIDUP MANUSIA.

l    KARENA SETIAP KELOMPOK MANUSIA DIHADAPKAN PADA GENERASI MUDA KETURUNANNYA YANG MEMERLUKAN PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK DARI ORANG TUANYA.

Aliran Klasik dan gerakan baru dalam pendidikan

Pemikiran – pemikran tentang pendidikan telah dimulai pada zaman yunani Kuno, dan dengan kontribusi berbagai bagian dunia lainnya, akhirnya berkembang pesat di eropa dan amerika.

(oleh sebab itulah baik aliran klasik maupun gerakan baru dalam pendidikan pada umumnya berasal dari dua kawasan itu)

Penyebaran yang dilakukan oleh dua kawasan tersebut menyebabkan pemikiran-pemikiran pada umumnya menjadi acuan dalam penetapan kebijakan di bidang  pendidikan di berbagai negara

ALIRAN –ALIRAN Klasik PENDIDIKAN

l   ALIRAN EMPIRISME

l   ALIRAN NATIVISME

l   ALIRAN NATURALISME

l   ALIRAN KONVERGENSI

ALIRAN EMPIRISME

l   BERTOLAK DARI LOCKEAN TRADITION YANG MEMENTINGKAN STIMULASI EKSTERNAL DALAM PERKEMBANGAN MANUSIA, DAN MENYATAKAN BAHWA PERKEMBANGAN ANAK TERGANTUNG KEPADA LINGKUNGAN, SEDANGKAN PEMBAWAAN TIDAK DIPENTINGKAN

TOKOH PERINTIS AJARAN INI ADALAH JHON LOCKE (1704-1932)

l    YANG MENGEMBANGKAN TEORI “ TABULA RASA”, YAKNI ANAK LAHIR KEDUNIA BAGAIKAN KERTAS PUTIH YANG BERSIH

PENGALAMAN EMPIRIK YANG DIPEROLEH DARI LINGKUNGAN AKAN BERPENGARUH BESAR DALAM MENENTUKAN PERKEMBANGAN ANAK

ALIRAN NATIVISME

l    ALIRAN INI BERTITIK TOLAK PADA KEMAMPUAN DARI DALAM DIRI ANAK, SEHINGGA FAKTOR LINGKUNGAN, TERMASUK FAKTOR PENDIDIKAN, KURANG BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

l    HASIL PERKEMBANGAN DITENTUKAN OLEH PEMBAWAAN YANG SUDAH DIPEROLEH SEJAK LAHIR

SCHOPENHAUER (1788-1860)

l    BERPENDAPAT BAHWA BAYI ITU LAHIR SUDAH DENGAN PEMBAWAAN BAIK DAN PEMBAWAAN BURUK. OLEH KARENA ITU HASIL AKHIR PENDIDIKAN DITENTUKAN OLEH PEMBAWAAN YANG SUDAH DIBAWA SEJAK LAHIR

l    ALIRAN INI MENEKANKAN BAHWA “ YANG JAHAT AKAN MENJADI JAHAT DAN YANG BAIK AKAN MENJADI BAIK”

ALIRAN NATURALISME

l    Aliran ini hampir sama dengan aliran nativisme, yang dipelopori oleh seorang filsuf prancis J.J. ROUSSEAU (1712-1778)

l    SEMUA ANAK YANG BARU DILAHIRKAN MEMPUNYAI PEMBAWAAN BURUK. PEMBAWAAN BAIK ANAK AKAN MENJADI RUSAK KARENA DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN. DISINI IA MENEKANKAN BAHWA PENDIDIKAN TIDAK DIPERLUKAN.

ALIRAN KONVERGENSI

l    PERINTIS ADALAH WILLIAM STERN (1871-1939), BERPENDAPAT BAHWA SEORANG ANAK DILAHIRKAN DIDUNIA SUDAH DISERTAI PEMBAWAAN BAIK MAUPUN BURUK, DAN DALAM PROSES PERKEMBANGAN ANAK , BAIK FAKTOR PEMBAWAAN MAUPUN FAKTOR LINGKUNGAN SAMA-SAMA MEMPUNYAI PERANAN YANG SANGAT PENTING.

l    BAKAT YANG DIBAWA PADA WAKTU LAHIR TIDAK AKAN BERKEMBANG DENGAN BAIK TANPA ADANYA DUKUNGAN LINGKUNGAN YANG SESUAI DENGAN BAKAT ITU (SEBALIKNYA).

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.